Adab Di Masjid

Oleh : Rahmat Al-Faqih,S.Ag.
 
1.     Membangun, membersihkan, dan mewangikan masjid
عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبِنَاءِ الْمَسْجِدِ فِى الدُّوْرِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ (رواه الخمسة إلا النسائى)
“Dari Aisyah ra, ia berkata : “Rasulullah saw memerintahkan untuk membangun masjid di tiap-tiap kampung, dibersihkan dan diwangikan.” (HR Lima kecuali Nasa’i, Al-Muntaqa’ I : 332)
 
2.     Memakai “ziinatan” ketika memasuki masjid
 
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf (7) : 31)
 
3.     Hindarilah makan yang busuk ketika mau masuk masjid
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ, أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْأَكَلَ مِنْ هذِهِ الشَّجَرَةِ يَعْنِى الثَّوْمِ فَلَايَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا (متفق عليه)
Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda :”Barangsiapa yang memakan dari tumbuhan ini yakni bawang putih, maka janganlah ia mendekati masjid kami.” (Muttafaq ‘alaih)
 
4.     Melaksanakan shalat tahiyyatul-masjid
عَنْ أَبِى قَتَادَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَايَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ (رواه الجماعة والأثرم)
Dari Abu Qatadah ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw :”Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid maka janganlah ia duduk hingga melaksanakan shalat dua raka’at.” (HR Jama’ah dan Atsram, Al-Muntaqa’ I : 550)
 
5.     Dilarang melakukan transaksi jual beli di masjid
عَنْ عُمَرَابْنِ الْخَطَّابِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِى الْمَسْجِدِ فَقُوْلُوْالَهُ : لَاأَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ (رواه النسائى الترمذى)
Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw :”Apabila kalian melihat orang yang berjual beli di masjid, maka katakanlah kepadanya : mudah-mudahan Allah tidak memberikan keuntungan perniagaanmu itu.” (HR Nasa’i dan Tirmidzi, Buluughul-maraam : 39)
 
6.     Berdo’a ketika masuk dan keluar masjid
عَنْ أَبِى حُمَيْدٍ وَأَبِى أُسَيْدٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَا : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ : أَللّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ : أَللّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ (رواه أحمد والنسائى)
Dari Abu Humaid dan Abu Usaid ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid maka ucapkanlah : ALLOOHUMMAF-TAH LANAA ABWAABA RAHMATIKA (Ya Allah, bukakanlah bagi kami, rahmat-rahmat-Mu) dan apabila keluar maka ucapkanlah : ALLOOHUMMA INNII AS’ALUKA MIN FADHLIKA (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karunia-Mu).” (HR Ahmad dan Nasa’i, Al-Muntaqa’ I : 334)
 
7.  Hindarilah makan yang busuk ketika mau masuk masjid
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ, أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْأَكَلَ مِنْ هذِهِ الشَّجَرَةِ يَعْنِى الثَّوْمِ فَلَايَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا(متفق عليه)
Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda :”Barangsiapa yang memakan dari tumbuhan ini yakni bawang putih, maka janganlah ia mendekati masjid kami.” (Muttafaq ‘alaih)
 
8. Mempersiapkan mental ketika masuk masjid
عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْحَى اللهُ إِلَيَّ : يَاأَخَاالْمُرْسَلِيْنَ, يَاأَخَاالْمُنْذِرِيْنَ, أَنْذِرْ قَوْمَكَ أَلَّايَدْخُلُوْا بَيْتًا مِنْ بُيُوْتِى إِلَّابِقُلُوْبٍ سَلِيْمَةٍ وَأَلْسُنٍ صَادِقَةٍ وَأَيْدٍ نَقِيَّةٍ وَفُرُوْجٍ طَاهِرَةٍ وَلَايَدْخُلُوْنَ بُيُوْتِى وَلِأَحَدٍ مِنْ عِبَادِى عِنْدَ أَحَدٍ ظَلَامَةٌ فَإِنِّى أَلْعَنُهُ مَادَامَ قَائِمًا بَيْنَ يَدَيَّ يُصَلِّى حَتَّى يَرُدَّ تِلْكَ الظَّلَمَةَ إِلَى أَهْلِهَا فَإِذَا فَعَلَ فَإِنِّى أَكُوْنُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ وَأَكُوْنُ بَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ وَيَكُوْنُ مِنْ أَوْلِيَائِى وَأَحْفِيَائِى وَيَكُوْنُ جَارِى مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ فِى الْجَنَّةِ(أبو نعيم)
“Dari Hudzaifah ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw :”Allah telah memberi wahyu kepadaku :”Wahai saudara para rasul, wahai saudara para pemberi peringatan ! berilah peringatan kepada kaummu supaya mereka tidak memasuki suatu rumah (masjid) dari beberapa masjid-Ku dengan hati yang bersih, lidah yang jujur, tangan yang bersih, dan kemaluan yang suci. Dan janganlah mereka memasuki rumah-Ku sementara masih ada tindak kezhaliman diantara sesamanya, maka aku-lah pela’natnya selama ia berdiri dihadapan-Ku untuk shalat sampai ia mengembalikan hak yang dizhalimi kepada yang berhaknya, jika ia melakukan hal itu, maka Aku-lah yang menjadi telinga dan menjadi matanya, dan ia berada diantara para kekasih-Ku dan tamu kehormatan-Ku, dan ia hidup bertetangga dengan-Ku bersama para nabi, bersama para shiddiqiin, bersama para syuhada di surga.” (HR Abu Nu’aim)      
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 16 Februari 11 - 19:25 WIB
Dalam Kategori : AGAMA, PENGETAHUAN, FIQIH
Dibaca sebanyak : 1295 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback